Musibah kebakaran yang menimpa rumah salah satu siswa di lingkungan SDN Pisangan Timur 01, Kecamatan Pulogadung pada Jumat, 6 Maret 2026 menimbulkan keprihatinan mendalam dari berbagai pihak.

Peristiwa tersebut menghanguskan sebagian besar bangunan rumah dan harta benda milik keluarga korban. Sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas, sejumlah unsur pendidikan dan masyarakat di Kecamatan Pulogadung melakukan kunjungan langsung untuk memberikan bantuan dan dukungan moril kepada keluarga yang terdampak.

Kunjungan peduli sosial ini melibatkan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Pulogadung, PGRI Cabang Pulogadung, serta Kwartir Ranting (Kwaran) Pramuka Pulogadung. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasatlak Kecamatan Pulogadung serta Pengawas Sekolah Dasar Kecamatan Pulogadung yang bersama-sama menyaksikan kondisi lokasi kebakaran sekaligus memberikan semangat kepada keluarga korban.

Dalam kesempatan tersebut, rombongan menyerahkan bantuan sosial berupa kebutuhan pokok, pakaian layak pakai, serta bantuan dana yang dihimpun dari para kepala sekolah, guru, dan anggota organisasi di wilayah Pulogadung. Bantuan ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban keluarga korban yang saat ini sedang berupaya bangkit kembali setelah musibah yang terjadi.

Selain penyerahan bantuan, para pengunjung juga meninjau langsung kondisi rumah yang mengalami kerusakan cukup parah akibat kebakaran. Sisa-sisa bangunan yang hangus menjadi pengingat akan beratnya musibah yang dialami keluarga tersebut. Kehadiran berbagai pihak ini tidak hanya sebagai bentuk bantuan materi, tetapi juga memberikan dukungan moral agar keluarga korban tetap kuat dan tabah menghadapi cobaan.

Kegiatan ini mencerminkan kuatnya rasa solidaritas dan kepedulian sosial di lingkungan pendidikan Kecamatan Pulogadung. Melalui kebersamaan antara sekolah, organisasi profesi guru, serta unsur pemerintah kecamatan, diharapkan semangat gotong royong terus terjaga dalam membantu sesama yang sedang mengalami kesulitan.

Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi keluarga korban, serta menjadi wujud nyata bahwa dunia pendidikan tidak hanya berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi juga hadir dengan kepedulian dan empati terhadap masyarakat sekitarnya.