Susunan Pengurus PGRI
CABANG PULOGADUNG
MASA BAKTI XXIII PERIODE 2025-2030
I. DEWAN PENASEHAT
- Camat Pulogadung Kota Administrasi Jakarta Timur
Syafrudin Chandra, A.P., M.A.P. - Ketua Satuan Pelaksana Kecamatan Pulogadung Administrasi Jakarta Timur
Ajat Sudarjat, M.Pd.
II. PENGURUS HARIAN
Ketua
Tri Purwanto, S.Pd.
Wakil Ketua I
Rustari, S. Pd
Wakil Ketua II
Ahmad Junaedi, M.Pd.
Sekretaris
Hadi Ismail, S.Kom., M.Pd.
Wakil Sekretaris
Nining Ratningsih, M.Pd.
Bendahara
Devi Triana, M.Pd.
Wakil Bendahara
Dhina Maylani Rusdha, M.Pd.
III. SEKRETARIS BIDANG
Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan
- Elah Nurelah, M.Pd.
- Wahyudi Islamiyanto, M.Pd
Pengembangan Profesi dan Karier Guru dan Tendik TK/PAUDNI
- Wardah Fauziah, S.Pd.
- Destia Nurhijriyati Sari, S.Pd.I
Profesi dan Karier Guru dan Tendik SD/SMP/SLB
- Dra. Anna Syachriana, M.A.
- Tiktik Sukmawati, S.E.
Pengembangan Profesi dan Karier Guru dan Tendik, SMA/SMK
- Ahmad Aru Patria, S.IP, M
- Nurdin, S.Pd., M.Pd.
Penegakan Kode Etik, Bantuan Hukum dan Perlindungan Profesi
- Anna Samosir, M.Pd.
- Fitria Juwita Santi, S.Pd
Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
- Kanto Suwito, M.Pd.
- Ani Priyatiningsih, S.Pd.
Pembinaan dan Pengembangan Lembaga Pendidikan
- Kurniawati, S.Pd
- Lantoro Arianto S.Ag, M.Hum
Kerja Sama dan Pengembangan Usaha
- Erniati Simatupang, S.Pd
- Nopaldy Reza Hanawi, S.Pd
Kesejahteraan dan Ketenagakerjaan
- Aditya Fajarsyah, S.Pd.
- Diroh Uci, S.Pd.
Pemberdayaan Perempuan
- Evi Hanafiah, M.Pd.
- Asteti Lismawati, S.Pd.
Teknologi Komunikasi dan Informasi
- Muhammad Faqih Jamil, S.Pd.
- Haslinda, M.Pd.
Pembinaan Olah Raga
- Muhammad Abror Syukrilah Baidowi, S.Pd
- Syamsudin, S.Pd
Pembinaan Seni dan Budaya
- Erni Istijatiningsih, M.Pd.
- Rini Siti Nuraini, SE., M.M.
Pembinaan Mental dan Karakter Bangsa
- Agus Rohman, S.Pd.I
- Yulia Isti Karna Sari, M.Si., M.Pd.
Profil PGRI

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Pulogadung merupakan bagian integral dari organisasi profesi guru tingkat nasional yang berkomitmen menjadi wadah perjuangan, aspirasi, dan pengembangan profesi guru di wilayah Kecamatan Pulogadung, Kota Administrasi Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta. Pada Masa Bakti XXIII Periode 2025–2030, PGRI Cabang Pulogadung hadir dengan semangat baru untuk memperkuat soliditas organisasi, meningkatkan profesionalisme anggota, serta berperan aktif dalam memajukan pendidikan yang bermutu dan berkeadilan.
Sebagai organisasi profesi, PGRI Cabang Pulogadung menjadi rumah besar bagi guru dan tenaga kependidikan dari berbagai jenjang pendidikan, baik negeri maupun swasta. Organisasi ini berfungsi sebagai wadah penyampaian aspirasi, advokasi hak dan perlindungan profesi, serta sebagai mitra strategis pemerintah dalam merumuskan dan mengawal kebijakan pendidikan di tingkat kecamatan hingga kota. Melalui koordinasi yang harmonis dan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, PGRI Cabang Pulogadung terus berupaya memperjuangkan kesejahteraan, martabat, dan perlindungan hukum bagi para anggotanya.
Adapun tujuan utama PGRI Cabang Pulogadung adalah:
- Meningkatkan profesionalisme guru dan tenaga kependidikan melalui pelatihan, seminar, workshop, dan kegiatan ilmiah lainnya.
- Memperjuangkan aspirasi serta hak-hak anggota dalam rangka peningkatan kesejahteraan dan perlindungan profesi.
- Mewujudkan organisasi yang solid, demokratis, transparan, dan akuntabel.
- Berkontribusi aktif dalam peningkatan mutu pendidikan di wilayah Kecamatan Pulogadung.
Manfaat keanggotaan dalam PGRI Cabang Pulogadung antara lain tersedianya ruang komunikasi dan silaturahmi antaranggota, akses informasi kebijakan pendidikan terkini, dukungan advokasi ketika menghadapi persoalan profesi, serta kesempatan pengembangan kompetensi berkelanjutan. Selain itu, organisasi ini juga menjadi wadah kebersamaan dalam kegiatan sosial, kemanusiaan, dan penguatan solidaritas antarpendidik.
Dalam menjalankan perannya, PGRI Cabang Pulogadung berasaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta menjunjung tinggi nilai persatuan, profesionalisme, kemandirian, demokrasi, dan solidaritas. Dengan berlandaskan asas tersebut, organisasi berkomitmen untuk bekerja secara kolektif dan kolegial demi terwujudnya guru yang bermartabat dan pendidikan yang berkualitas.
Pada Masa Bakti XXIII Periode 2025–2030, PGRI Cabang Pulogadung meneguhkan tekad untuk menjadi organisasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman, responsif terhadap kebutuhan anggota, serta konsisten dalam memperjuangkan kepentingan guru dan kemajuan pendidikan di wilayah Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur. Bersama dan bersatu, guru kuat, pendidikan bermutu, Indonesia maju.
Mars PGRI
Mars PGRI yang diciptakan oleh Basuki Endropranoto, merupakan lagu yang menginspirasi dan memotivasi guru Indonesia. Meskipun tidak begitu populer, kontribusi Basuki Endropranoto melalui lagu ini mencerminkan semangat pembangunan dan pendidikan yang dipegang oleh para pendidik. Lagu ini menggambarkan peran guru sebagai pilar penyuluh dan pembimbing bangsa, serta menekankan pentingnya pemahaman dan pengamalan kewajiban guru dalam mendidik generasi penerus.
Mars PGRI bukan hanya sebuah lagu, tetapi juga simbol dari dedikasi dan komitmen para guru untuk membentuk jiwa dan karakter yang kuat bagi kemajuan negara. Mari simak lirik lengkap Mars PGRI beserta sejarahnya berikut ini:

Lirik Mars PGRI
Ciptaan: R. Basuki Endropanoto
PGRI abadi
tetap mempersatukan diri
Dengan nama nan sentosa
lahir negara kita
Wahai kaum guru semua
bangunkan rakyat dari g'lita
Kita lah penyuluh bangsa
pembimbing melangkah ke muka
Insyaflah 'kan kewajiban kita
mendidik mengajar praputra
Kita lah pembangun jiwa
pencipta kekuatan negara
PGRI abadi
bernaung di bawah sang panji
Sinar surya nan merata
anggotanya bersama
Insyaflah 'kan kewajiban kita
mendidik mengajar praputra
Kita lah pembangun jiwa
pencipta kekuatan negara
Sejarah Lagu Mars PGRI
Mengutip laman Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia, lagu Mars PGRI, yang dikomposisikan oleh Basuki Endropranoto, mencerminkan dedikasi beliau terhadap dunia pendidikan. Meskipun belum terlalu dikenal secara luas, Basuki Endropranoto telah memberikan kontribusi signifikan melalui buku-buku seperti "Mari Berjanji: Metode Berjanji dengan Not Angka" pada tahun 1960, yang ditulis bersama Baharuddin Harahap. Ia juga menulis buku "Berjanji serta Bermain: Buku Njanjian untuk Bersenam dan Bermain untuk Kelas II dan Kelas III S.R." pada tahun 1963, yang diterbitkan oleh Harapan Masa, Jakarta.
Mars PGRI ini menjadi semangat bagi para guru dalam membangun masyarakat dari kegelapan, mengangkat peran guru sebagai penyuluh dan pembimbing bangsa. Para guru diharapkan memahami dan mementingkan kewajiban mereka dalam mendidik dan mengajar generasi penerus bangsa, serta membangun jiwa sebagai kekuatan bagi kemajuan Negara.
Melalui lagu ini, Basuki Endropranoto menghadirkan inspirasi bagi kaum guru untuk melanjutkan peran mereka sebagai pilar penting dalam membentuk masa depan Indonesia. Itulah lirik Mars PGRI serta sejarah singkat dari penciptanya. Semoga bermanfaat,
Sumber : https://www.detik.com/jateng/budaya/d-7055665/lirik-mars-pgri-beserta-makna-dan-sejarahnya.
Sejarah PGRI

Semangat kebangsaan Indonesia telah lama tumbuh di kalangan guru-guru bangsa Indonesia. Organisasi perjuangan guru-guru pribumi pada zaman Belanda berdiri pada tahun 1912 dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB).
Organisasi ini bersifat unitaristik yang anggotanya terdiri dari para Guru Bantu, Guru Desa, Kepala Sekolah, dan Penilik Sekolah. Dengan latar pendidikan yang berbeda-beda mereka umumnya bertugas di Sekolah Desa dan Sekolah Rakyat Angka Dua.
Tidak mudah bagi PGHB memperjuangkan nasib para anggotanya yang memiliki pangkat, status sosial dan latar belakang pendidikan yang berbeda. Sejalan dengan keadaan itu maka di samping PGHB berkembang pula organisasi guru baru antara lain Persatuan Guru Bantu (PGB), Perserikatan Guru Desa (PGD), Persatuan Guru Ambachtsschool (PGAS), Perserikatan Normaalschool (PNS), Hogere Kweekschool Bond (HKSB), disamping organisasi guru yang bercorak keagamaan, kebangsaan atau lainnya seperti Christelijke Onderwijs Vereneging (COV), Katolieke Onderwijsbond (KOB), Vereneging Van Muloleerkrachten (VVM), dan Nederlands Indische Onderwijs Genootschap (NIOG) yang beranggotakan semua guru tanpa membedakan golongan agama.
Kesadaran kebangsaan dan semangat perjuangan yang sejak lama tumbuh, mendorong para guru pribumi memperjuangkan persamaan hak dan posisi dengan pihak Belanda. Hasilnya antara lain adalah Kepala HIS yang dulu selalu dijabat oleh orang Belanda, satu per satu pindah ke tangan orang Indonesia. Semangat perjuangan ini makin berkobar dan memuncak pada kesadaran dan cita-cita kemerdekaan. Perjuangan guru tidak lagi perjuangan perbaikan nasib, tidak lagi perjuangan kesamaan hak dan posisi dengan Belanda, tetapi telah memuncak menjadi perjuangan nasional dengan teriak “merdeka”.
Pada tahun 1932 nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) diubah menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Perubahan nama ini mengejutkan pemerintah Belanda, karena kata “Indonesia” yang mencerminkan semangat kebangsaan sangat tidak disenangi oleh Belanda. Sebaliknya kata “Indonesia” ini sangat didambakan oleh guru dan bangsa Indonesia.
Pada zaman pendudukan Jepang segala organisasi dilarang, sekolah ditutup, Persatuan Guru Indonesia (PGI) tidak dapat lagi melakukan aktivitas.
Semangat proklamasi 17 Agustus 1945 menjiwai penyelenggaraan Kongres Guru Indonesia pada tanggal 24-25 November 1945 di Surakarta. Melalui kongres ini segala organisasi dan kelompok guru yang didasarkan atas perbedaan tamatan, lingkungan pekerjaan, lingkungan daerah, politik, agama dan suku, sepakat dihapuskan. Mereka adalah –guru-guru yang aktif mengajar, pensiunan guru yang aktif berjuang, dan pegawai pendidikan Republik Indonesia yang baru dibentuk. Mereka bersatu untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di dalam kongres inilah, pada tanggal 25 November 1945 –seratus hari setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia– Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) didirikan.
Dengan semangat pekik “merdeka” yang bertalu-talu, di tengah bau mesiu pemboman oleh tentara Inggris atas studio RRI Surakarta, mereka serentak bersatu untuk mengisi kemerdekaan dengan tiga tujuan :
- Mempertahankan dan menyempurnakan Republik Indonesia.
- Mempertinggi tingkat pendidikan dan pengajaran sesuai dengan dasar-dasar kerakyatan.
- Membela hak dan nasib buruh umumnya,guru pada khususnya.
Sejak Kongres Guru Indonesia itu, semua guru Indonesia menyatakan dirinya bersatu di dalam wadah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).
Jiwa pengabdian, tekad perjuangan, dan semangat persatuan dan kesatuan PGRI yang dimiliki secara historis terus dipupuk dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam rona dan dinamika politik yang sangat dinamis, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tetap setia dalam pengabdiannya sebagai organisasi perjuangan, organisasi profesi, dan organisasi ketenagakerjaan, yang bersifat unitaristik, dan independen.
Untuk itulah , sebagai penghormatan kepada guru, pemerintah Republik Indonesia dengan Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, menetapkan hari lahir PGRI tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional , dan diperingati setiap tahun.
Semoga PGRI, guru dan bangsa Indonesia tetap jaya dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
__________
Source: http://pgri.or.id/sejarah-pgri/
Lambang PGRI

Bentuk:
Cakra/Lingkaran melambangkan cita-cita luhur dan daya upaya menunaikan pengabdian terus-menerus.
Ukuran, corak, dan warna:
Bidang : bagian pinggir Lingkaran berwarna merah melambangkan pengabdian yang dilandasi kemurnian dan kebernian bagi kepentingan rakyar. Warna putih dengan tulisan "Persatuan Guru Republik Indonesia" melambangkan pengabdian yang dilandasi kesucian dan kasih sayang. Panduan warna pinggir merah-putih melambangkan pengabdian kepada negara, bangsa dan tanah air Indonesia.
Suluh berdiri tegak bercorak 4 garis tegak dan datar berwarna kuning
Melambangkan fungsi guru (pada pendidikan pra-sekolah, dasar, menengah dan perguruan tinggi) dengan hakikat tugas pengabdian guru sebagai pendidik yang besar dan luhur.
Nyala Api dengan 5 sinar warna merah
Melambangkan arti ideologo Pancasila dan arti teknis yaknisasaran budi pekerti, cipta, rasa, karsa dan karya generasi.
Empat buku mengapit suluh
Dengan posisi 2 datar dan 2 tegak (simetris) dengan warna corak putih melambangkan sumber ilmu yang menyangkut nilai-nilai moral, pengetahuan, keterampilan dan ahlak bagi tingkatan lembaga-lembaga pendidikan pra-sekolah, dasar, menengah dan tingi.
Warna dasar tengah hijau,
Melambangkan kemakmuran generasi.
Sumber : https://pgrikotasemarang.org/berita/profil/lambang-pgri
Halaman 2 dari 3